BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Saturday , November 25 2017
Home / Developer / MUNGKINKAH INDONESIA SWASEMBADA GARAM?
CIMG1374

MUNGKINKAH INDONESIA SWASEMBADA GARAM?

IDev, Jakarta - Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi dan juga merupakan bahan baku berbagai industri. Ungkapan “Bagai Sayur Tanpa Garam” sudah cukup membuktikan garam sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Namun saat ini, kelangkaan garam melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Menurut PT. Garam, penyebabnya adalah banyak daerah sentra penghasil garam yang gagal panen akibat hujan.

Selain itu, produktivitas usaha garam rakyat Indonesia sampai saat ini dirasakan masih rendah dan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan garam domestik. Bahkan banyaknya petambak garam yang beralih pekerjaan mengakibatkan makin luasnya lahan garam yang menjadi lahan tidur. Hal ini disebabkan harga garam yang terus menurun akibat rendahnya mutu garam rakyat.

Problematika produksi dititikberatkan pada kebergantungan produksi garam  nasional pada  iklim.  Teknologi  yang digunakan  masih  sangat  tergantung  pada  faktor cuaca dengan iklim kemarau yang relatif pendek.

Untuk memenuhi kebutuhan garam nasional selama 2010-2016, sekitar 80 persen kebutuhan dalam negeri didatangkan dari sejumlah negara, seperti Australia, India, Jerman, Denmark, dan Singapura. Sungguh ironi memang, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia.

Pemerintah seharusnya sudah bisa memperkirakan bakal adanya kelangkaan dengan membangun infrastruktur produksi yang tidak bergantung pada cuaca, sehingga impor tidak selalu dijadikan sebagai solusi instan dan satu-satunya upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan garam.

Menurut Hidayat Azis, “Jika  dicermati,  persoalan  ketidakberdayaan  garam  rakyat  dalam  memasok kebutuhan garam nasional dan fenomena tren impor garam tidak semata-mata terkait dengan  supply  and  demand  atas  komoditas  garam,  tetapi  lebih  dari  itu  juga tidak bisa dipisahkan dari kualitas dan kuantitas”. 

“Berikan pelatihan dan pendampingan serius ke petani garam untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas garam mereka. Pemerintah juga harus tegas memotong akar permasalahan ini, yaitu impor garam. Jika tidak, permasalahan ini akan terus berulang”, lanjut Hidayat Azis, akademisi yang telah lama meneliti tentang Garam Nasional.

Industri garam rakyat belum dapat memberikan kualitas yang baik, sehingga industri-industri lebih memilih garam impor daripada garam rakyat walaupun dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Kualitas garam rakyat di beberapa sentra penghasil garam di Indonesia, belum memenuhi standar garam komsumsi, yakni memiliki kandungan NaCl minimal 94,7%. Dari kuantitas, juga masih rendah, yakni hanya mampu memproduksi maksimal 100 ton/ha/tahun. Bandingkan dengan Australia yang mampu memproduksi 300 ton/ha/tahun.

Kendala terberat yang dihadapi oleh petani garam adalah keterbatasan pengetahuan tentang peningkatan kualitas garam baik dari sisi sains, sisi teknologi, sisi perekonomian maupun sisi sumber daya berkualitas yang mengelolanya.

Berbagai teknologi bisa dilakukan untuk mengatasi kegagalan panen akibat cuaca, salahsatunya yaitu, rumah prisma yang konsepnya menyerupai “green house”.  Untuk meningkatkan kualitas garam, sudah ada teknologi geoisolator atau geomembran. Tinggal keseriusan mengawal dan mendampingi petani garam dalam menerapkan berbagai teknologi ini, sehingga kedepannya kelangkaan garam dapat diatasi dan swasembada garam dapat diwujudkan. (RSP)

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

kapal

ISLA-UH MENYESALKAN RUSAKNYA TERUMBU KARANG RAJA AMPAT OLEH KAPAL PESIAR INGGRIS

IDev, Jakarta - Raja Ampat menjadi salah satu wilayah perairan di Timur Indonesia yang menyimpan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>