BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Saturday , November 25 2017
Home / Development / ISLA-UH MENYESALKAN RUSAKNYA TERUMBU KARANG RAJA AMPAT OLEH KAPAL PESIAR INGGRIS
kapal

ISLA-UH MENYESALKAN RUSAKNYA TERUMBU KARANG RAJA AMPAT OLEH KAPAL PESIAR INGGRIS

IDev, Jakarta - Raja Ampat menjadi salah satu wilayah perairan di Timur Indonesia yang menyimpan kekayaan laut paling kaya dan beragam di seluruh dunia. Keindahan alamnya menjadi salah satu daya tarik wisata laut yang mampu menarik wisatawan mancanegara dan menjadi destinasi unggul di kancah internasional.

Namun, nahas kondisinya saat ini. Hamparan terumbu karang yang semula indah dan beragam, kini telah rusak akibat kelalaian kapal Caledonian Sky. Kapal sepanjang 90 meter menabrak dan menghancurkan terumbu karang yang berada tepat di jantung keanekaragaman hayati laut dunia.

Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UH) sangat menyesalkan kejadian tersebut, pasalnya daerah Raja Ampat adalah kawasan konservasi dengan keadaan alam yang sangat indah yang tidak ternilai harganya.

Menurut Darwis Ismail, Ketua Umum ISLA-UH, terumbu karang yang tumbuh di dasar lautnya menjadi kekayaan ekosistem yang tak hanya indah, tapi juga menunjang kehidupan biota laut. Untuk itu, pemilik kapal, kapten kapal dan perusahaan asuransi harus bertanggung jawab terhadap hal ini.

Mustahil untuk memperbaiki atau mengonservasi kembali bagian terumbu karang yang telah rusak dan mati itu. Ironinya, ikan yang biasanya mengelilingi lokasi tersebut juga akan menghilang” ucapnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perusakan kekayaan alam seperti terumbu karang, lahan gambut dan hutan merupakan tindakan kriminal yang ancaman hukumannya adalah pidana penjara.

Lebih jauh, ISLA-UH meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), KLHK dan Kementerian Koordinator Kemaritiman untuk mengambil langkah dalam penyelamatan kerusakan terumbu karang seluas 1.600 meter persegi serta bersikap tegas kepada pihak kapal pesiar.

“Terumbu karang yang tumbuh ratusan tahun itu dirusak dalam waktu kurang dari sehari. Perlu adanya peraturan pemerintah yang mengatur tata cara kapal pesiar melakukan tambat labuh di wilayah konservasi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi” kata Darwis menandaskan. (RSP)

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

IT

Teknologi Informasi Penopang Industri Kreatif

IDev, Jakarta – Teknologi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan perekonomian suatu bangsa, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>