BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Thursday , September 21 2017
Home / Developer / Geliat Industri Perikanan Di Negara Kepulauan Terbesar
industri-perikanan-2

Geliat Industri Perikanan Di Negara Kepulauan Terbesar

IDev, Jakarta – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan alam yang melimpah di sektor kelautan dan perikanan. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di bumi yang memiliki stok potensi perikanan lestari (MSY) sebesar 9,931 juta ton (KKP, 2015).  Sektor ini, apabila terus dikembangkan mampu menjadi andalan untuk menopang perekenomian nasional.

Patut dibanggakan memang bahwa dengan potensi sebesar itu Indonesia bisa saja menghasilkan  Rp.3000 Trilyun tiap tahunnya. Secara matematika sederhana, angka ini jelas dapat segera menuntaskan hutang Negara hanya dalam tempo satu setengah tahun berikut dengan bunga hutangnya, jika memang berhasil digarap dengan optimal

Selama ini, Indonesia hanya menjadi penyedia bahan baku perikanan bagi negara-negara lain yang lebih maju industri pengolahannya. Ironisnya lagi, bahan baku yang diekspor ke beberapa Negara tersebut kemudian akan diimpor kembali oleh Indonesia dalam bentuk sudah diolah (siap konsumsi) dan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Saat ini, AS menjadi Negara importir terbesar bagi bahan baku perikanan dari Indonesia sebesar 41%, disusul Jepang sebesar 16%, dan Negara-negara Eropa sebesar 12% serta Negara ASEAN sebesar 11%.

Belum optimalnya pembangunan infrastruktur industri perikanan di Indonesia baik secara fisik maupun secara struktural menjadi penyebabnya. Ditambah lagi sumberdaya manusia yang belum bisa sinergis dengan potensi sumberdaya alam yang melimpah ini.

Padahal, bukan tidak mungkin potensi kelautan dan perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi tersebut akan menjadi berlipat ganda jika bahan baku tersebut diolah secara optimal dan mandiri menjadi produk olahan konsumsi. Indonesia sudah seharusnya menjadi negara pengekspor produk olahan perikanan terbesar di dunia. Dengan segala potensi, bukanlah hal sulit bagi Indonesia untuk juga memancing investor.

Masih sangat banyak rintangan dan tantangan yang perlu dihadapi untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Mulai dari infrastruktur yang belum memadai, armada perikanan yang kebanyakan (90%) masih terkonsentrasi di sekitar laut jawa dan sekitarnya (inbalance over exploitating areas), hingga kapasitas sumberdaya manusia yang rendah menjadikan pengembangan industri perikanan nasional masih tertatih-tatih.

Berbagai permasalahan yang ada, bukan menjadi alasan bagi pemerintah untuk mulai perlahan-lahan berusaha mengembangkan kekuatan industri perikanan yang seharusnya menjadi salah satu tonggak utama perekonomian nasional. Terbukti dengan mulai dilaksanakannya pembangunan infrastruktur kelautan dan perikanan, seperti TPI dan PPI yang terintegrasi dengan industri daerah maupun swasta di beberapa area kabupaten/kota perbatasan dan wilayah potensial lainnya. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah juga tidak hentinya memberi pemahaman dan pelatihan kepada masyakarat selurus dengan misi pembangunan ini.

Saat ini, pasar domestik produk kelautan dan perikanan masih menjadi primadona. Peningkatan strategi dalam perencanaan untuk tujuan ekspor produk olahan memang masih perlu banyak dipoles demi meningkatkan kuantitas serta kualitas dengan mengadakan program kongkrit.

Sinergitas antara pemerintah dengan lembaga-lembaga terkait, peningkatan infrastruktur, penerapan  teknologi, dan sumberdaya manusia (nelayan budidaya dan tangkap) sangat penting untuk terus didorong demi meningkatkan industri perikanan Indonesia. Dengan begitu, mimpi untuk membangun industri perikanan nasional yang berkelanjutan juga akan bisa diwujudkan. (JT)

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

IT

Teknologi Informasi Penopang Industri Kreatif

IDev, Jakarta – Teknologi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan perekonomian suatu bangsa, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>