BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Thursday , September 21 2017
Home / Human Development / Sanitasi Buruk, Gambaran Pesisir Indonesia
img20160929062754

Sanitasi Buruk, Gambaran Pesisir Indonesia

IDev, Jakarta - Sanitasi tidak terlepas dari pola hidup bersih dan sehat, dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya. Bahaya ini bisa memberikan dampak secara fisik maupun biologis.

Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari kotoran manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik seperti air seni, bahan buangan mandi atau cucian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis, contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan, pembangunan prasarana seperti, kakus dan tangki septik.

Kotoran manusia merupakan salah satu penyebab pencemaran air. Fasilitas pembuangan kotoran yang kurang memadai akan mengurangi manfaat potensial dari penyediaan air, karena dapat menularkan bakteri patogen dari orang yang tertular ke orang yang sehat. Lebih dari 50 macam infeksi dapat ditularkan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kotoran manusia.

Rumah di daerah pesisir Indonesia masih banyak yang belum memiliki WC dan sistem pengolahan sampah yang baik. Mereka lebih memilih untuk membuang kotoran manusia dan sampah rumah tangga ke laut. Hal mendasar yang menyebabkan sulitnya upaya sanitasi lingkungan di daerah pesisir adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya upaya sanitasi lingkungan serta kemampuan finansial yang kurang mencukupi bagi setiap rumah tangga untuk mengupayakan sanitasi lingkungan rumah tangga yang memenuhi syarat.

Pola-pola lampau, seperti bantuan langsung membangun jamban dan sumur, tanpa disertai peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sebaiknya dihindari. Untuk itu diperlukan suatu kerja kelompok secara bersama-sama dari berbagai pihak. Upaya-upaya seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengawasan, peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat, dinilai lebih baik.

Pemberdayaan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyediakan air bersih dan sarana sanitasi bagi dirinya sendiri. Peningkatan pengetahuan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sarana sanitasi yang memenuhi syarat. Pengawasan kualitas sarana bertujuan untuk mengurangi dampak kesehatan lingkungan berupa kejadian penyakit yang diakibatkan oleh penggunaan air bersih dan sarana sanitasi yang tidak memenuhi syarat.

Untuk daerah pesisir, seyogyanya dapat diupayakan prasarana drainase yang terpusat, karena lokasi pesisir yang merupakan daerah resapan air sehingga menyulitkan untuk membuat saluran pembuangan air limbah bagi masing-masing rumah tangga. Dampak fisik yang dapat langsung dilihat akibat buruknya sanitasi lingkungan di daerah pesisir adalah lingkungan yang kotor, tidak teratur dan tentunya berbau. Hal inilah yang menjadi penyumbang timbulnya gangguan ekosistem di daerah pesisir dan pantai. (RSP)

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

kapal

ISLA-UH MENYESALKAN RUSAKNYA TERUMBU KARANG RAJA AMPAT OLEH KAPAL PESIAR INGGRIS

IDev, Jakarta - Raja Ampat menjadi salah satu wilayah perairan di Timur Indonesia yang menyimpan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>