BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Monday , September 25 2017
Home / Human Development / Permainan Tradisional Identitas Bangsa
permainan tradisional

Permainan Tradisional Identitas Bangsa

Idev - Indonesia memiliki sejuta kebudayaan dan kearifan lokalnya, salah satunya adalah permainan tradisional. Permainan tradisional merupakan identitas budaya dan sejarah yang membedakan setiap bangsa. Jadi wajar saja muncul resistensi ketika sebuah negara mengklaim bentuk kebudayaan tertentu sementara pada saat yang sama terdapat negara lain juga yang mengakui sebagai pemiliknya.

Ketahanan  nasional  suatu  bangsa  tidaklah  semata-mata  berorientasi  pada  kemampuan bangsa  itu  mempertahankan  negaranya  secara  fisik,  namun  dilihat  juga  dari  penilaian  bagaimana kemampuan bangsa itu mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya aslinya. Nilai-nilai budaya itu perlu dipelihara dan dikembangkan untuk memperkuat identitas bangsa. Bangsa Indonesia dianugerahi  kawasan  geografis  ribuan  pulau  yang  memiliki  beraneka  suku  bangsa  yang menggambarkan  kekayaan  budayanya, salahsatunya adalah permainan tradisional.

Permainan tradisional adalah salah satu bentuk interaksi sosial yang turun temurun dilakukan oleh manusia yang punya peradaban. Umumnya permainan tradisional dipengaruhi oleh letak georafis dan kultur budaya setempat. Dimainkan untuk mengisi kekosongan saat sedang atau menunggu panen, menggembala ternak, merayakan hasil tangkapan laut yang melimpah atau ketika dilaksanakan pesta-pesta adat. Sebagai makhluk sosial, apalagi sebagai seorang anak, adalah sifat yang manusiawi bila mereka gemar bermain. Itulah dasar sehingga tercipta permainan-permainan tradisional.

Keanekaragaman jenis permainan tradisional yang menggunakan bahan alami (bambu, kertas, kayu, tanah,  batang  tanaman,  daun-daunan,  jerami,  batu,  dll),  mampu  memberikan  rangsangan sensorimotor yang kaya, baik dari tekstur, ukuran berat dan bentuknya yang beragam. Lain halnya dengan alat-alat permainan sekarang yang ditawarkanindustri pabrik mainan, yang tidakmendorong anak  menjadi  seorang  kreator  tetapi  lebih  menggiring  anak  menjadi  operator,  yang  memanfaatkan kehadiran teknologi canggih seperti komputer, internet atau play stations, yang membuat banyak anak minim  melakukan  kontak  dengan  dunia  luar.

Sedangkan dalam  permainan  tradisional,  anak  lebih banyak dirangsang bermain dengan cara berinteraksi dengan orang lain di dalam kelompok. Di dalam interaksi  kelompok  terjadi  proses  sosialisasi  yang  mengajarkan  pendidikan  nilai-nilai luhur  nenek moyang melalui aturan main, yang merupakan jembatanuntuk berinteraksi dengan dunia yang lebih luas di kemudian hari. Dengan demikian, tidak dapat ditolak lagi bahwa permainan tradisional ini perlu   dikembalikan   fungsinya,  sebagai  salah  satu  sumbangan  bagi  pembentukan  karakter  dan identitas manusia Indonesia yang unggul dan tanggap terhadap perubahan tuntutan zaman tanpa tercabut dari identitas akar budayanya.

Jika kita menilik lebih dalam, sesungguhnya permainan tradisional memiliki banyak kelebihan. Terdapat nilai kebudayaan yang patut dijadikan inspirasi kehidupan sosial. Lihat saja bagaimana permaianan tradisional meskipun sederhana tapi ada pesan yang tersimpan dalam proses pembuatannya hingga permainan itu ada dan dimainkan. Terdapat perciptaan kreativitas pembuat, sosialisasi pemain, kerjasama dan kebersamaan termasuk kecerdasan yang umumnya aktor utamanya adalah anak-anak.

Berbeda dengan permainan modern sekarang yang serba praktis. Kepraktisannya membuat anak-anak malas tidak memilki lagi kesempatan untuk memproduksinya dan aksesnya pun sangat sulit dijangkau. Apalagi permainan anak modern selalu identik dengan teknologi modern yang butuh uang yang cukup untuk memperolehnya. Kondisi ini sangat memungkinkan melahirkan sikap individualis bagi pemilik permaianan karena selain butuh uang yang cukup banyak untuk memperolehnya juga kuranganya proses sosial yang terjadi. Inilah nilai-nilai yang ada dalam permainan moderen yang telah banyak melenyapkan nilai-nilai permainan tradisional kita.

Budaya merupakan esensi praktek cara hidup bermasyarakat, sepatutnya nilai kebudayaan dihadirkan  untuk mengajarkan tentang kearifan. Maka permainan tradisional pun patut dijadikan metode membangun karakter anak bangsa. Permainan tradisional akan menjadi salah-satu solusi untuk membangun masa depan bangsa karena di dalamnya banyak mengajarkan nilai kehidupan yang arif. [RSP]

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

unnamed

Program Kerja Strategis ISLA-UH Dalam Pembangunan Kelautan Indonesia

IDev, Jakarta - Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UH) menggelar Rapat Kerja Nasional Periode Kepengurusan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>