BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Thursday , November 23 2017
Home / idev / Wisata Kawasan Pesisir
Wisata-Pesisir

Wisata Kawasan Pesisir

EDISI MEI 2015 – Indonesia sebagai negara dengan jumlah pulau yang sangat banyak dan beragam serta garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada tak heran jika negeri ini memilki potensi pariwisata pesisir yang sangat besar. Keunikan bentang alam di tiap pulau-pulau Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Nusantara ini tak hanya kaya akan eksotisme bentang alam namun keberagaman budaya yang mengakar dari berbagai pulau menjadikan Indonesia tak sekedar menjadi destinasi wisata alam tapi juga kaya dengan wisata budaya. Begitu besarnya potensi ini jika mampu dikelola dengan baik menurut data dari Departemen Budaya dan Pariwisata dapat meningkatkan devisa negara hingga US$ 2.000.000.000 setiap tahunnya. Dibutuhkan koordinasi antar sektor maupun antar tingkat pemerintah dalam pengembangan wisata pesisir. Selain itu kemampuan untuk terus menerus beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan yang dinamis.

Wisata pesisir dapat dibedakan menjadi 5 jenis yaitu wisata rekreasi yang memanfaatkan lingkungan seperti diving, snorkeling dan objek wisata pantai sebagai kegiatan untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam. Wisata yang memanfaatkan olahraga dan aktivitas luar sebagai daya tarik seperti mancing dan aktifitas bawah air. Wisata budaya memanfaatkan aktivitas budaya di kawasan pesisir sebagai tempat penyelenggaraan budaya. Wisata pendidikan yang memanfaatkan sumberdaya ilmu pengetahuan sebagai atraksi wisata berdasarkan kondisi lingkungan pesisir seperti tambak, museum bahari, kampung nelayan dengan keaslian pola kehidupan penduduk nelayan dan taman laut nasional. Wisata makanan khas daerah dan daya tarik suasana tempat yang mengundang para wisatawan untuk berkunjung.

Pemasalahan pengelolaan wisata pesisir di Indonesia umumnya disebabkan oleh belum terkelolanya secara utuh. Berbagai hal yang mempengaruhi tata kelola yang masih minim yaitu masih menggunakan cara pengelolaan yang parsial disebabkan oleh ketersediaan modal yang sangat terbatas. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak cukup untuk membangun potensi pariwisata nasional. Selain itu kurangnya bentuk inovasi dalam mengembangkan kepariwisataan di daerah pesisir sehingga tidak mencapai hasil yang maksimal. Dari keterbatasan modal dalam pembangunan pariwisata pesisir membuka peluang bagi investor asing untuk mengelola secara perseorangan. Sebagai konsekuensinya, pemerintah memperoleh keuntungan setelah dibagi dua dengan investor asing. Banyak wilayah pesisir yang potensial dalam pengembangan wisata telah dikuasai oleh Australia, Prancis dan Amerika Serikat seperti Anambas, Raja Ampat, Wakatobi dan Karimun Jawa. Kebanyakan wilayah pariwisata yang dikuasai pihak asing merupakan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati yang tinggi. Sehingga keuntungan yang diperoleh para investor asing ini sangat banyak dikarenakan daya tarik dari pesona keanekaragaman hayati yang besar bagi para wisatawan.

Selain keterbatasan modal dalam pengembangan wisata pesisir disadari bahwa konflik mengenai reklamasi pantai untuk pengembangan wisata menjadi hal yang sangat riskan. Ekonomi dan ekologi selalu berada pada keadaan yang saling bertolak belakang. Disatu sisi pemerintah melakukan kegiatan reklamasi pantai agar tertatanya lingkungan wisata dengan baik agar terlihat menarik dan menjadi nilai tawar dalam meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata untuk meningkatkan pendapatan daerah. Disisi lain begitu kompleksnya permasalahan ekologi dan pandangan mengenai hal negatif yang ditimbulkan dalam reklamasi pantai. Sehingga muncul konflik-konflik dalam upaya pengembangan kawasan wisata pesisir yang banyak menemui jalan buntu.

Beberapa dekade terakhir menunjukkan tren positif pada perkembangan pariwisata pesisir di Indonesia. Pengembangan pariwisata pesisir menunjukkan dampak berganda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan devisa negara dan dapat mendorong konservasi lingkungan. Selain itu pengembangan pariwisata pesisir mempunyai dampak positif untuk tumbuh-bangkitnya jiwa dan budaya pesisir yang dengan itu dapat memberikan efek berganda dalam mendorong terwujudnya negara maritim yang tangguh.

Dalam melakukan manajemen dan tata kelola wisata pesisir dibutuhkan pendekatan strategi agar pariwisata pesisir dapat menjadi salah satu penopang perekonomian negara secara berkelanjutan. Dalam pengelolaan pariwisata pemerintah harus tanggap dalam melihat dan memanfaatkan peluang. Dalam hal ini pemerintah sebagai pemegang kebijakan harus menyiapkan sebuah regulasi/kebijakan yang terintegrasi dalam mendukung pengembangan pariwisata bahari. Pemetaan terhadap potensi pariwisata pesisir berupa nilai dan karakteristik infrastruktur yang tepat, dengan demikian dapat ditentukan pariwisata pesisir yang harus segera dibangun dan yang hanya perlu direvitalisasi. Setelah memetakan potensi langkah selanjutnya yaitu menyusun rencana investasi dengan demikian rencana pengembangan pariwisata pesisir dapat terukur dan tepat sasaran.

Pada tahapan pelaksanaanya dibutuhkan konsep zonasi perencanaan pariwisata agar semua keterpaduan aspek dapat terwakili. Pada umumnya dalam sebuah kawasan pariwisata yang baik terdiri dari zona inti yang merupakan kawasan yang harus tetap terjaga dan memberi kekhasan atau tema dari kawasan pariwisata tersebut. Kedua zona penyangga yang biasanya kawasan digunakan untuk penyeimbang untuk aktifitas maupun fasilitas yang ada dikawasan tersebut. Ketiga zona pemanfaatan yang merupakan kawasan yang biasanya digunakan untuk pengembangan fasilitas dan pelayanan untuk dikomersilkan. [AN]

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

img20160929062754

Sanitasi Buruk, Gambaran Pesisir Indonesia

IDev, Jakarta - Sanitasi tidak terlepas dari pola hidup bersih dan sehat, dengan maksud mencegah manusia bersentuhan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>