BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Saturday , November 25 2017
Home / idev / Mengenal Kawasan Pesisir
Mengenal Pantai

Mengenal Kawasan Pesisir

EDISI MEI 2015 – Kawasan pesisir dikenal sebagai wilayah yang sangat produktif karena mengandung potensi pembangunan yang tinggi. Ada sekitar 85% kehidupan biota laut sangat bergantung pada ekosistem pesisi. Data IOC tahun 1999 menunjukkan bahwa lebih dari 70% dari kota besar dunia berlokasi di area pesisir. Untuk Indonesia sendiri kawasan pesisir merupakan potensi yang memiliki nilai manfaat paling tinggi dibanding lainnya. Indonesia memiliki garis pantai yang diperkirakan mencapai 81.000 km dan merupakan terpanjang kedua di dunia. Ada empat belas juta penduduk atau sekitar 7,5% dari total penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada kegiatan yang ada di kawasan tersebut. Sekitar 26% dari total Produk Domestik Bruto (Gross National Product /GDP) Indonesia disumbangkan dari kegiatan dan sumber daya laut dan pesisir.

Namun jika ditinjau dari kondisi social ekonomi sebanyak 80% pula masyarakat pesisir hidup dibawah garis kemiskinan. Masyarakat pesisir kebanyakan memiliki tingkat pendidikan yang rendah pula. Tetapi kontribusi sumberdaya hayati pesisir saat ini terbanyak untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat dari perikanan pesisir dan laut. Kebijakan pengembangan ekonomi tersebut berbasis bahan baku serta ekstraktif, akibatnya menimbulkan kerusakan kawasan pesisir dan pulau kecil akibat kegiatan penambangan mineral, bahan baku konstruksi, reklamasi untuk infrastruktur baru, budidaya perikanan pesisir dan lain-lain. Sudah sejak dulu kegiatan ini sangat mengancam kelestarian dan daya dukung hutan pesisir mangrove, terumbu karang, serta pulau pulau kecil yang merupakan sumber kehidupan masyarakat pesisir.

Pemanfatan dan pengelolaan daerah pesisir yang dilakukan saat ini belum memenuhi belum memenuhi ketentuan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan. Hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi dan kelestarian pesisir dan lingkungannya. Penyebab degradasi kondisi daerah pesisir secara tidak langsung juga disebabkan oleh pengelolaan sumber daya alam di hulu yang berpengaruh terhadap muara di pesisir. Kebijakan reklamasi yang tidak berdasarkan kepada analisa dampak lingkungan pada beberapa daerah juga berpengaruh terhadap ekosistem dipesisir. Perizinan pengembangan usaha bagi kelangan dunia usaha selama ini sebagian besar menjadi kewenangan pusat. Kadang kala dalam hal ini pemberian izin tersebut tanpa memperhatikan kepentingan daerah dan masyarakat pesisir.

Banyaknya persoalan dalam pengelolaan wilayah pesisir menjadi polemik. Maka dari itu dimunculkannya konsep baru sebagi solutif dari berbagai persoalan tersebut. Integrated coastal management (ICM) merupakan konsep pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Dimana proses ini merupakan pengelolaan dengan pertimbangan hubungan timbal-balik kegiatan pembangunan (manusia) yang terdapat di wilayah pesisir serta lingkungan alam (ekosistem) secara potensial terkena dampak kegiatan tersebut. Secara geografis ICM mencakup das bagian hulu; lahan pesisir (pantai, dunes, lahan basah, dll); perairan pesisir dan estuaria; dan perairan laut lepas yang masih dipengaruhi atau mempengaruhi wilayah pesisir serta segenap kegiatan yang terdapat di dalamnya. ICM tidak menegasikan peran dari pengelolaan sumberdaya pesisir secara sektoral (perikanan, pengeloaan komoditas air, pertambangan, dll), tetapi menjamin bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung secara harmonis. Konsep ini dirancang untuk mengatasi permasalahan fragmentasi antar sektor dan jurisdiksi wilayah pengelolaan antar berbagai tingkat pemerintahan. Fragmentasi tersebut dapat diatasi melalui penjaminan bahwa semua keputusan dari semua sektor pembangunan dan tingkat pemerintah harus diserasikan dan sesuai dengan kebijakan pesisir (kelautan) nasional.

Kesesuaian daya dukung lahan kawasan pesisir daya dukung juga menjadi hal yang fundamental. Adanya kemampuan kawasan untuk menerima sejumlah wisatawan dengan intensitas penggunaan maksimum terhadap sumberdaya alam yang berlangsung secara terus menerus tanpa merusak lingkungan. Oleh karenanya kesesuaian tersebut sangat menentukan keberlanjutan suatu kegiatan wisata bahari itu sendiri. Daya dukung setiap kawasan berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya dan terkait dengan jenis kegiatan wisata yang akan dikembangkan. [AN]

 

 

 

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

img20160929062754

Sanitasi Buruk, Gambaran Pesisir Indonesia

IDev, Jakarta - Sanitasi tidak terlepas dari pola hidup bersih dan sehat, dengan maksud mencegah manusia bersentuhan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>