BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Monday , September 25 2017
Home / idev / Arsitektur Bangunan Pesisir

Arsitektur Bangunan Pesisir

EDISI MEI 2015 – Sejarah menunjukkan bahwa arsitektur di Nusantara sejak dahulu telah membuka diri terhadap pengaruh budaya luar. Proses pencampuran budaya (akulturasi) diawali dengan masuknya pendatang yang mempunyai budaya berbeda.

Kota Pesisir utara di kawasan Jawa Timur merupakan awal masuknya pendatang asing untuk berdagang. Kota-kota yang berada di kawasan Pesisir Utara Jawa Timur, seperti Lasem, Tuban dan Gresik merupakan kota yang memiliki pelabuhan yang pada masanya berfungsi sebagai kawasan perdagangan, sehingga orang-orang Cina, Arab dan Belanda (VOC tahun 1602) menggunakan pelabuhan tersebut untuk keperluan berdagang.

Berdasar catatan sejarah ada tiga etnis pendatang yang melakukan kegiatan perdagangan di kawasan kota Pesisir, bahkan menetap dalam waktu yang cukup lama, yakni: etnis Cina, Arab dan Belanda. Dalam perkembangannya percampuran budaya (Cina, Arab dan Belanda) memberikan pengaruh pada arsitektur masyarakat kota Pesisir yang terwujud dalam berbagai ragam nilai dan bentuk yang didasarkan pada sosok dan wujud arsitekturnya. Akulturasi berpengaruh pada arsitektur, dengan demikian akulturasi yang terjadi di daerah kota pesisir juga berpengaruh terhadap proses pembentukan arsitekturnya, khususnya dalam bentuk percampuran ragam arsitektur, pola ruang dan tatanannya.

Berbagai arsitektur bangunan yang ada di pesisir Indonesia, perlu pendekatan khusus dalam membangunannya. Mengingat, Indonesia berada pada jalur cincin api (ring of fire) dan berada pada pertemuan tiga lempeng Bumi, yakni Eurasia, Indo-Australia, dan Samudera Pasifik, yang terus bergerak dan bertumbukan. Faktor geografis ini membuat Indonesia sepertinya tak pernah lepas dari bencana alam.

Gempa bumi dan tsunami datang silih berganti. Selain itu, posisi Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa dan diapit oleh dua benua besar mengakibatkan adanya dinamika iklim yang memicu meningkatnya banjir, rob, longsor, kekeringan, dan lain-lain.

Berbagai bencana alam besar yang terjadi di Indonesia sebagian besar terjadi di daerah pesisir. Tsunami dahsyat yang terjadi di kawasan pesisir Nangroe Aceh Darussalam tahun 2004, gempa bumi yang mengguncang Pulau Nias tahun 2005, banjir yang terjadi hampir setiap tahun di DKI Jakarta, gempa yang disertai tsunami yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat tahun 2010. Semua bencana ini menimbulkan luka mendalam. Bencana alam ini menyebakan ratusan ribu jiwa meregang nyawa, merusak lingkungan, meluluh lantakkan sarana dan prasarana.

Melihat berbagai fenomena tersebut, maka diperlukan berbagai upaya mitigasi bencana. Mitigasi bencana bertujuan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Upaya mitigasi kerusakan di wilayah pesisir dapat dilaksanakan dengan berbagai bentuk dan tindakan yang mengarah pada pencegahan dan upaya meminimalkan dampak yang terjadi akibat bencana. Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir yang mencakup pada pembangunan jalan, sarana prasarana atau kegiatan ekonomi masyarakat yang lebih terkontrol atau terpadu dan bersifat antisipasi terhadap kemungkinan bencana yang terjadi. Sebut saja upaya mitigasi bencana tsunami yang mempunyai karakter cukup dahsyat terhadap kerusakan yang ditimbulkan.

Upaya mitigasi bencana tsunami, setidaknya bisa digolongkan dalam dua bentuk atau jenis antara lain pelestarian alam seperti penanaman kembali hutan bakau yang telah rusak akibat tindakan tertentu, perlindungan terhadap terumbu karang yang merupakan satu ekosistem bermanfaat paling besar di wilayah pesisir. Bentuk lainnya adalah, tindakan yang dilakukan secara sadar atau buatan seperti pembangunan pemecah gelombang sejajar pantai untuk menahan besaran gelombang yang ada dan memperkuat desain bangunan pemukiman atau lainnya yang lebih tahan terhadap gempa yang mengakibatkan timbulnya tsunami. Pada saat ini, rumah tahan gempa sudah bisa dilihat di Aceh dimana daerah ini pernah merasakan kedahsyatan tsumani.

Upaya lainnya merupakan upaya non struktur. Upaya mitigasi bencana nonstruktural dalam menangani bencana tsunami adalah upaya nonteknis yang menyangkut penyesuaian dan pengaturan tentang kegiatan manusia agar sejalan dan sesuai dengan upaya mitigasi struktural maupun upaya lainnya seperti kebijakan tentang tata guna lahan  kawasan pantai yang rawan bencana, kebijaksanaan tentang standarisasi bangunan (pemukiman maupun bangunan lainnya) serta infrastruktur sarana dan prasarana, kebijakan tentang eksplorasi dan kegiatan perekonomian masyarakat kawasan pantai dan pengembangan sistem peringatan dini adanya bahaya bencana.

Berangkat dari hal tersebut, struktur bangunan di pesisir Indonesia, sebagian masyarakatnya telah membangun rumah yang lebih adaftif terhadap lingkungan alam sekitar namun memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya, seperti rumah panggung suku Bugis di Sulawesi Selatan, rumah tradisional di Selatan Tasikmalaya, Jawa Barat, dan berbagai daerah pesisir di Indonesia.

Teknik pembuatan bangunan kayu/bambu merupakan warisan nenek moyang kita yang sudah teruji selama ratusan tahun. Nenek moyang kita selalu berinovasi, manakala bangunan tersebut rusak kena gempa dan mencoba teknik-teknik baru, dan ini berlangsung selama ratusan tahun sampai bentuk yang sekarang ini. Mereka cukup teliti dalam membangun, terutama pada bagian sambungan-sambungan antar elemen bangunan.

Konsep bangunan tahan gempa pada dasarnya adalah upaya untuk membuat seluruh elemen rumah menjadi satu kesatuan yang utuh, yang tidak lepas/runtuh akibat gempa. Penerapan konsep tahan gempa antara lain dengan cara membuat sambungan yang cukup kuat diantara berbagai elemen tersebut serta pemilihan material dan pelaksanaan yang tepat* [RSP].

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

infrastruktur

Peran Infrastuktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

IDev, Jakarta - Infrastruktur di setiap negara merupakan hal yang sangat penting guna meningkatkan kesejahteraan ...

2 comments

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai seni
    Sungguh mengisnpirasi untuk orang-orang yang memiliki jiwa seni desain untuk para arsitek.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Arsitektur yang bisa anda kunjungi di Arsitektur

    • Terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan kepada kami. Kami sangat senang untuk dapat berbagi informasi mengenai pembangunan untuk kemajuan bangsa. Salam TIM IDEV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>