BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Thursday , November 23 2017
Home / idev / Insfrastruktur Dasar Kemajuan Indonesia

Insfrastruktur Dasar Kemajuan Indonesia

EDISI APRIL 2015 – Infrastruktur di setiap negara merupakan hal yang sangat penting guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, begitupun di Indonesia. Infrastruktur mengacu pada sistem fisik yang menyediakan transportasi, air, bangunan, dan fasilitas publik lain yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia secara ekonomi dan sosial.

Infrastruktur dibagi menjadi 3 bagian besar, yaitu: Infrastruktur keras, fisik (Physical Hard Infrastructure) yang meliputi jalan raya, rel kereta api, bandara, dermaga dan pelabuhan, bendungan, dan saluran irigasi, dan sebagainya. Infrastruktur keras, nonfisik (Non Physical Hard Infrastructure) yang berkaitan dengan fungsi utilitas umum seperti ketersediaan air bersih berikut intalasi pengolahan air dan jaringan pipa penyaluran; pasokan listrik; jaringan telekomunikasi (telepon, Internet); dan pasokan energi mulai dari minyak bumi, biodiesel, dan gas. Infrastruktur lunak (Soft Infrastructure) atau kerangka institusional (kelembagaan) yang meliputi berbagai nilai (etos kerja), norma, serta kualitas pelayanan umum yang disediakan oleh berbagai pihak terkait, khususnya pemerintah.

Di Indonesia sendiri, pembangunan infrakstruktur dinilai masih buruk. Hal ini mengakibatkan daya saing bangsa secara keseluruhan masih rendah. Berdasarkan The Global Competitiveness Report 2012-2013 oleh World Economic Forum, daya saing Indonesia berada di peringkat 50 dari 144 negara yang dinilai. Posisi ini menurun dua tingkat dibanding 2011-2012 dan enam tingkat dibanding 2010-2011.

Infrastruktur Indonesia yang bercokol di peringkat 82 masih kalah dibanding negara-negara tetangga, seperti Thailand di peringkat 61 dan Malaysia di peringkat 25. Indonesia pun tertinggal jauh dari negeri jiran lainnya yakni Singapura yang berada di peringkat kelima. Selain Birokrasi yang tak efisien dan korupsi yang masih menjadi dua penghambat utama. Infrastruktur berada di posisi ketiga sebagai masalah utama yang mengganggu kemudahan berbisnis (doing business).

Menurut Kementerian PPN/Bappenas, kendala dan permasalahan pembangunan infrastruktur di Indonesia ada beberapa poin. Pertama, tingkat elektrifikasi nasional baru mencapai 72,95 persen dengan rasio jumlah desa berlistrik baru mencapai 92,58 persen. Kedua, terbatasnya akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap penguasaan, legalitas lahan, dan pembiayaan perumahan. Ketiga, aksesibilitas dan jangkauan pelayanan air minum dan sanitasi yang belum memadai. Kemudian yang keempat, rehabilitasi jaringan irigasi belum mampu mengimbangi degradasi kondisi jaringan yang mencapai 340 ribu ha/ tahun. Kelima, tingginya laju konversi lahan pertanian menjadi lahan perkotaan dan Industri serta perkebunan terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Keenam, ketersediaan infrastruktur komunikasi dan informatika belum memadai yang ditandai dengan terbatasnya infrastruktur broadband dan belum terhubungnya Pulau Maluku dan Papua dalam jaringan backbone serat optik nasional.

Salah satu aspek penting dalam mempercepat proses pembangunan nasional, yaitu pembangunan infrakstruktur. Infrakstruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi, mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan infrakstruktur mendasar, seperti transportasi, telekomunikasi dan energi. Kegiatan sektor transportasi merupakan tulang punggung pola distribusi baik barang maupun manusia. Telekomunikasi dan energi sangat erat kaitannya dengan upaya moderenisasi bangsa dan penyediaannya mampu meningkatkan produktivitas sektor produksi.

Sejak lama, infrakstuktur diyakini sebagai pemicu pembangunan suatu wilayah. Tidak meratanya kesejahteraan antarwilayah dapat diukur dari kesenjangan pembangunan infrakstruktur yang terjadi. Dalam hal ini, pembangunan infrakstruktur tidaklah harus selalu sama jumlahnya di setiap wilayah. Pembangunan infrakstruktur yang berkeadilan adalah yang mampu mencukupi kebutuhan hidup masyarakatnya sesuai dengan kebutuhannya. Oleh sebab itu, kedepannya pembangunan infrakstruktur berbasis wilayah sangat penting untuk diperhatikan.
Pengalaman menunjukan bahwa infrakstuktur mampu menghubungkan dan mendukung terjadinya kegiatan interaksi maupun aktivitas ekonomi suatu wilayah. Transportasi berperan besar untuk membuka isolasi suatu wilayah, ketersediaan pengairan merupakan prasyarat kesuksesan pembangunan di sektor pertanian dan sektor lainnya.

Sebelum mengembangkan suatu wilayah menjadi daerah yang bervisikan pembangunan, penting sekali untuk memperhatikan infrakstruktur  yang merupakan kunci pokok dalam pembangunan suatu wilayah. Misalkan saja, saat ini Indonesia memfokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur, maka yang paling dahulu diperhatikan adalah pembangunan infrakstuktur di wilayah tersebut* [RSP].

The following two tabs change content below.
Indonesia Development Magazine

About Redaksi

Indonesia Development Magazine

Check Also

infrastruktur

Peran Infrastuktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

IDev, Jakarta - Infrastruktur di setiap negara merupakan hal yang sangat penting guna meningkatkan kesejahteraan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>