BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Thursday , September 21 2017
Home / idev / Menelusuri Industri 2015

Menelusuri Industri 2015

http://elysianglobal.com

EDISI APRIL 2015 – Investasi properti adalah bisnis yang mengacu pada kebutuhan manusia yang berwujud serta dengan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi. Properti di Indonesia adalah sebuah bisnis yang cukup bagus untuk dijalankan karena bisnis ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur perekonomian serta bisa membantu peningkatan taraf hidup masyarakat yang kebanyakan masih belum cukup mampu untuk mendirikan sebuah tempat tinggal sendiri.

Peluang investasi masih terbuka lebar di tahun ini, mulai dari lebih banyaknya arus investasi yang masuk ke Indonesia karena berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015, berarti Indonesia sudah masuk pasar bebas. Dengan terbukanya pasar bebas, tentunya peluang mengembangkan bisnis properti lebih besar karena jangkauannya tidak hanya lokal tetapi internasional, pengembangan kota sekunder, pembangunan kota satelit baru, pembangunan infrastruktur baru hingga peluang kemitraan lokal dan asing.

Pasar properti Indonesia sampai dengan hari ini memang masih cukup menggiurkan. Sedangkan pemainnya masih didominasi oleh pengusaha properti lokal. Selain itu, aliran dana asing juga cenderung mengalir deras ke pasar properti nasional. Melihat prospek yang begitu menjanjikan di bisnis properti ini, pihak Bank juga memiliki produk properti yakni Kredit Pemilikan Apartemen dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPA / KPR).

Berbagai macam jenis properti di Indonesia yang sangat beragam, membuktikan bahwa nilai keuntungan yang dihasilkan dari bisnis properti ini cukup baik bila dipasarkan di Indonesia. Seringkali dijumpai bangunan-bangunan di sepanjang jalan di kota-kota besar Indonesia yang dibangun secara kolektif, hal tersebut merupakan bukti bahwa pertumbuhan investasi properti cukup aktif terjadi. Memang pada umumnya yang ditekuni adalah bisnis properti rumah, karena properti jenis rumah ini cukup berpotensi untuk dijadikan sebagai bisnis investasi yang prospektifitasnya cukup baik kedepannya.

Banyak entrepreneur-entrepreneur muda yang telah sukses menjalankan bisnis properti ini karena memang dari awalnya para entrepreneur tersebut cukup aktif dan bisa melihat potensi bisnis properti ini cukup bagus bila dijalankan, khususnya jika dijalankan di Indonesia. Mengapa di Indonesia? Tentu tidak perlu panjang lebar mengapa bisnis properti di Indonesia cukup bagus. Pertama yang harus diketahui adalah wilayah Indonesia ini mempunyai beribu-ribu pulau dan kaya akan sumber daya alamnya yang masih cukup berpotensi sekali jika dijadikan untuk pengembangan bisnis properti.

Pertumbuhan populasi dari Middle Affluent Consumers (MAC) yang berpusat di pulau Jawa dan Sumatra akan memengaruhi sektor ekonomi masa depan dan pada akhirnya berpengaruh pada bisnis properti di Indonesia.

Investasi di bidang properti memberikan peluang untuk mendapat keuntungan yang sangat besar. Banyak pengusaha-pengusaha ternama dunia yang sukses berinvestasi melalui properti. Khusus untuk pasar properti di Jakarta, peluangnya sangat menjanjikan. Tingkat okupansi properti komersial seperti gedung-gedung perkantoran di Jakarta mencapai 90% yang menyebabkan harga sewa melunjak naik dengan cepat. Begitu pula dengan pasar properti perumahan dan apartemen dengan harga beli pada kisaran $200,000-250,000 dapat disewakan pada harga Rp20-25 juta per bulannya. Ini akan dapat memberikan keuntungan pendapatan pada kisaran 8-10%.

Jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya seperti Singapura atau Hong Kong, harga sewa di Jakarta masih jauh lebih murah. Oleh karena itu, untuk minimal 3 tahun ke depan, harga properti di Jakarta akan terus naik dan tidak akan mengalami masalah oversupply.

DKI Jakarta dan area sekitarnya seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor bukanlah satu-satunya opsi investasi, merujuk pada enam koridor pengembangan ekonomi, masih banyak kota-kota lain yang berpotensi sebagai opsi investasi seperti Surabaya, Makassar, Balikpapan, Samarinda, Medan, dan Batam.

Menurut Bank Indonesia (BI), pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia timur diprediksi bakal naik hingga 6,1 persen pada 2015, sehingga prospek industri properti juga akan mengalami peningkatan kedepannya. Hal ini juga diperkuat data dan analisa dari berbagai lembaga survei internasional, bahwa Indonesia masih menjadi prioritas utama Investasi di Asia bahkan di Dunia.

Ke depan, industri properti akan menghadapi tantangan atas ketatnya pemberian kredit. Meski dihadapkan pada tantangan pinjaman yang ketat, industri properti dapat sedikit bernapas lega karena adanya reformasi perizinan. Reformasi perizinan itu dinilai mampu memberikan kemudahan bagi indutri properti dalam melakukan usahanya. Dahulu untuk mengurus perizinan harus melalui beberapa tahapan, dengan adanya reformasi itu maka semua perizinan dapat diselesaikan melalui satu pintu.

Nilai mata uang Indonesia terhadap Dolar Saat ini sedang menurun drastis, akan tetapi hal ini tidak berpengaruh terhadap sektor properti. Hal tersebut terjadi karena pasar properti masih dikuasai oleh kalangan menengah kebawah, sehingga tidak berpengaruh terhadap impor. Pembangunan properti mewah menggunakan material impor, akan tetapi tidak semua bangunan mewah yang ada di Indonesia menggunakan material impor. Sehingga Dollar AS yang saat ini seharga Rp 13 ribu, tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap kelangsungan sektor properti.

Seiring dengan perkembangan ekonomi nasional, industri properti pada umumnya juga mengalami peningkatan yang searah. Meningkatnya aktivitas pada industri properti dapat dijadikan petunjuk mulai membaiknya atau bangkitnya kembali kegiatan ekonomi. Dengan kata lain, kegiatan di bidang properti dapat dijadikan indikator seberapa aktifnya kegiatan ekonomi secara umum yang sedang berlangsung.

Industri properti dapat menjadi pendorong bagi kegiatan ekonomi karena meningkatnya kegiatan di bidang properti akan mendorong naiknya berbagai kegiatan di sektor-sektor lain yang terkait. Dalam hal ini sektor properti memiliki efek pelipat gandaan (multiplier effect) yakni dengan mendorong serangkaian aktivitas sektor ekonomi yang lain. Seluruh kegiatan ekonomi baik dalam bidang jasa maupun barang pada dasarnya akan selalu membutuhkan produk properti sebagai salah satu faktor produksi.

Pembangunan properti merupakan salah satu bentuk perubahan penggunaan lahan. Lahan-lahan yang tersedia dimanfaatkan dengan mendirikan perumahan, pusat-pusat perbelanjaan, dan bentuk properti lainnya. Dengan adanya bangunan – bangunan properti tersebut, dampak positif yang dapat terjadi adalah properti menjadi multiplier effect karena dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja, menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor bangunan, dan menyediakan fasilitas yang diperlukan oleh masyarakat [RSP].

 

The following two tabs change content below.

Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Latest posts by Redaksi (see all)

About Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Check Also

energi-indonesia

Edisi V – Energi Indonesia

Edisi V – Energi Indonesia The following two tabs change content below.BioLatest Posts Redaksi Indonesia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>