BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Monday , September 25 2017
Home / idev / Alam, Budaya dan Manusia, Kekuatan Pariwisata Berkelanjutan

Alam, Budaya dan Manusia, Kekuatan Pariwisata Berkelanjutan

EDISI APRIL 2015 – Indonesia salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati dan non hayati terbesar di dunia. Potensi tersebut menjadi sebab mengapa Indonesia sering dilirik oleh wisatawan asing. Para pelancong tersebut kagum dengan kemegahan bentang alam, yang dikelilingi lautan biru yang indah. Berdasarkan data statistik Kementrian kelautan dan perikanan tahun 2010, secara teritori Indonesia memiliki luas sebesar 7,7 juta km2. Sekitar 80% dari luasan tersebut yakni 5,8 juta km2 adalah luas lautan. Lokasi Indonesia juga strategis di garis khatulistiwa dan memiliki pulau sekitar 17.408. Jumlah tersebut sekitar 6% dari seluruh wilayah air dan sebagian daratan.

Dewasa ini, dalam menghadapi tantangan globalisasi, peran pembangunan menjadi tolak ukur dari majunya suatu Negara. Sejak awal telah disadari bahwa pariwisata merupakan proses globalisasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. Pemerintah sebagai pelaksana sangat berperan untuk hal satu ini. Untuk menjawab tantangan itu diperluka perubahan paradigma dalam memandang pariwisata dalam konteks pembangunan nasional. Jika sebelumnya pariwisata hanya dipandang sebagai alat pendapatan nasional, kini memiliki spektrum yang lebih mendasar dan luas. Pembangunan pariwisata merupakan salah satu solusi paling ampuh dalam persaingan pembangunan internasional. Tetapi pembangunan kepariwisataan saat ini membutuhkan konsep baru dalam keberlangsungannya. Pola rencana ataupun strategi dalam pelaksanaan pembangunan mesti dikemas secara elegan.

Ide dasar pembangunan berkelanjutan terletak pada kelestarian sumberdaya alam dan budaya. Dimana SDA merupakan kebutuhan untuk kesejahteraan hidup manusia yang tetap terjaga dan terpelihara. Ide tersebut kemudian diturunkan dalam konsep baru yakni pariwisata berkelanjutan.

Pembangunan pariwisata Indonesia lebih memfokuskan dan memposisikan destinasinya sesuai potensi alam, budaya dan sumberdaya manusia di masing-masing daerah. Selain manusia dan alam, perhatian terhadap aspek sosial budaya juga mesti menjadi fungsi tujuan dalam memodelkan konsep tersebut. Untuk konteks ini setiap daerah yang ada di Indonesia harus memiliki kerangka pembangungan kepariwisataan nasional dengan diimbangi dengan perencanaan yang matang dan upaya-upaya peningkatan kompetensi SDM yang berkualitas dunia. Indikator ekonomi perkembangan kepariwisataan Indonesia yang dapat dipergunakan dalam mengembangkan kepariwisataan di berbagai daerah khususnya dalam konteks pengembangan wisata bahari.

Hal yang paling penting dalam pembangunan pariwisata yakni perhatian terhadap kelestarian ekologi dan bermanfaat bagi masyarakat. Istilah ekowisata merupakan sebutan awam dalam penyatuan dua aspek antara ekologi dan wisata.

Ekowisata sebenarnya merupakan kegiatan yang melibatkan alam, manusia dan sosial budayanya. Relasi terhadap ketiganya yang nantinya akan menghasilkan manfaat dan valuasi ekonomi untuk Negara. Disamping menjaga keseimbangan ekologi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga melestarikan kebudayaan. Kenikmatan alam, akan dibarengi oleh pengetahuan kita terhadap budaya lokal yang ada dalam wilayah tersebut. Secara langsung aspek-aspek tersebut menunjang keberlangsungan pembangunan pariwisata Indonesia. Perumusan standarisasi ekowisata masih terus dilakukan oleh para pelaku pariwisata. Karena harus diketahui bahwa komersialiasi terhadap alam perlu adanya batasan. Upaya pemerintah untuk menarik wisatawan asing untuk berkunjung melalui budaya-budaya lokal. Negara ini selain merupakan Negara kepulauan, yang memiliki segudang obyek pariwisata, seperti pantai tropis, pegunungan hijau, situs-situs purbakala, seni dan kebudayaan dan lainnya.

Seiring pertumbuhan industri yang pesat, sektor pembangunan pariwisata akan menjadi andalan Indonesia kedepannya Pemerintah menyatakan bahwa pariwisata akan menjadi sektor yang paling berpengaruh sebagai penghasil devisa Negara. Indonesia sendiri berdiri pada rangking 70 dari 140 negara, untuk data Travel and Tourism Competitive Index yang disusun oleh World Economic Forum. Oleh karenanya akan dilakukan pembenahan terhadap infrastruktur, teknologi dan informasi pariwisata.

Kekuatan pariwisata sebenarnya terletak pengaruhnya pada perekonomian Negara, baik dalam negeri maupun luar negeri. Indonesia telah mempromosi terhadap keindahan dan kekayaan nusantara. Target Kementrian Pariwisata adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 20 juta dalam lima tahun ke depan. Hal ini tentunya merupakan kabar baik untuk para pengusaha di bidang pariwisata.

Prospek pariwisata ke depan pun sangat menjanjikan bahkan sangat besar peluangnya, jika melihat angka perkiraan jumlah wisatawan internasional. Menurut perkiraan WTO yakni 1,046 milyar orang (tahun 2010) dan 1,602 milyar orang (tahun 2020), diantaranya masing-masing 231 juta dan 438 juta orang berada di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Oleh karenanya Indonesia sekiranya mempersiapkan diri dalam perencanaan pembangunan pariwisata untuk menjemput peluang tersebut. Promosi, jaringan pemasaran dan sumberdaya manusia yang kompetitif dan berkualitas sehingga memenuhi standar Internasional.

Promosi kepariwisataan Indonesia bukannya hanya terletak pada keindahan alam, seperti pantai tropis, pegunungan hijau. Tetapi ilmu dari budaya lokal dan peninggalan sejarah. Segudang wisata diberbagai daerah di Indonesia pastinya memiliki keunikan dan keunggalan masing-masing. Dan hal itu dapat segera disikapi oleh pemerintah maupun swasta dalam stategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penekanannya disini yakni budaya dan sejarah adalah power dari pariwisata Indonesia. Dan akan menjadi daya tarik tersendiri untuk para traveler asing. Modal dasar atas pembangunan tersebut karena Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sebagai tulang punggung Negara.

Dengan adanya pembangunan wisata tersebut, maka kegiatan ekonomi takkan padam selama SDA yang ada masih kreatif dan inofatif. Kegiatan sektor pariwisata sudah dipastikan akan selalu tumbuh dan berkembang. Mari jadikan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah, maupun Negara ini. [AN]

 

 

The following two tabs change content below.

Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Latest posts by Redaksi (see all)

About Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Check Also

img20160929062754

Sanitasi Buruk, Gambaran Pesisir Indonesia

IDev, Jakarta - Sanitasi tidak terlepas dari pola hidup bersih dan sehat, dengan maksud mencegah manusia bersentuhan ...

2 comments

  1. Artikel nya sangat menarik sekali dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan sejenis mengenai jurnal serupa yang bisa Anda kunjungi di http://www.pariwisata.gunadarma.ac.id

  2. Tulisannya sangat menarik sekali dan mudah inspiratif, saya juga mempunyai tulisan yang berkaitan dengan pariwisata indonesia, klik Klik disini :D :D Happy Sharing :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>