BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Saturday , November 25 2017
Home / Developer / Posisi Developer Properti
Posisi Developer Properti
Posisi Developer Properti

Posisi Developer Properti

Idev – Geliat pembangunan di Indonesia 10 tahun terakhir memperlihatkan terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah/wilayah, hal ini patut dilakukan pengkajian yang lebih mendalam untuk mengetahui strategi dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peranan developer atau pengembang yang penuh keberanian dan kehati-hatian serta strategi yang matang agar target penciptaan kawasan ekonomi baru dapat terwujud.

Apa itu Developer?

Developer atau pengembang merupakan orang atau perusahaan yang melakukan kegiatan pengembangan pada suatu bidang tertentu. Menurut Pasal 5 ayat 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1974, disebutkan pengertian Perusahaan Pembangunan Perumahan yang dapat pula masuk dalam pengertian developer, yaitu :

“Perusahaan Pembangunan Perumahan adalah suatu perusahaan yang berusaha dalam bidang pembangunan perumahan dari berbagai jenis dalam jumlah yang besar di atas suatu areal tanah yang akan merupakan suatu kesatuan lingkungan pemukiman yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan dan fasilitas-fasilitas sosial yang diperlukan oleh masyarakat penghuninya.”

Secara umum, pengembang (developer) dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu 1) pengembang besar, 2) pengembang menengah, dan 3) pengembang kecil.

Pada dasarnya pengembang perlu memahami tahapan dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau project agar terhindar dari berbagai permasalahan yang dapat timbul dalam proses pelaksanaan pekerjaan. Setelah melakukan pendalaman materi tentang pemahaman pengembang maka TIM Indonesia Development membagi 3 tahapan penting agar pelaksanaan kegiatan pengembang dapat berjalan sesuai dengan kaidah, yaitu: Pre-Construction, Construction, Post-Contruction.

Kontribusi Developer

Kontribusi developer dalam pembangunan Indonesia dapat terlihat dari bangunan dan penciptaan kawasan ekonomi baru, namun perlu pula untuk melihat sejauh mana kontribusi dan perubahan terhadap suatu lokasi/kawasan. Di beberapa kasus terdapat developer yang sering kali tidak memberikan ruang kepada masyarakat setempat untuk terlibat dan menjadi bagian dalam pembangunan suatu project yang dilakukan oleh developer.

Dalam beberapa praktik pembangunan daerah di Indonesia, pemerintah dan developer seringkali bekerjasama untuk melaksanakan pengembangan kawasan ekonomi sebagai bagian dalam meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan daerah. Ruang kerjasama seperti ini perlu dilakukan oleh daerah-daerah di Indonesia untuk memacu pembangunan namun tetap memegang prinsip-prinsip pengerjaan project bangunan. Kendala yang seringkali dihadapi developer adalah pengurusan perizinan. Di era pemerintahan Joko Widodo dan Yusuf Kalla mengharapkan agar proses perizinan tidak memakan waktu yang lama agar percepatan pembangunan dapat tercapai namun tetap harus memenuhi seluruh persyaratan dalam melakukan pemanfaatan lahan untuk pembangunan.

Kegagalan oleh pengembang juga sering terjadi akibat perencanaan yang kurang matang atau menyalahi aturan dalam proses pelaksanaannya. Maka dinilai sangat penting untuk menyusun perencanaan yang baik maupun pelaksanaan atau implementasi serta melakukan pengembangan terhadap pekerjaan yang telah dilakukan agar jaminan dari keberlanjutan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Bila ditinjau dari kondisi geografis Indonesia yang memiliki 324 kabupaten/kota pesisir (sumber: statistik kkp 2011) maka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru dapat di arahkan ke wilayah pesisir untuk mendukung visi pembangunan maritim Indonesia. Upaya untuk mengembangkan kawasan di wilayah pesisir diperlukan design pembangunan berkelanjutan yang mampu dituangkan dalam satu perencanaan.

Para pengembang di Indonesia memiliki kesempatan yang panjang untuk menjadi bagian dalam menciptakan kawasan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia oleh karena masih banyaknya daerah yang belum memaksimalkan lahan dan kawasannya sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain memiliki kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan para developer juga memiliki peran penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menstimulasi daerah untuk melakukan perbaikan infrastruktur lainnya guna meningkatkan pelayanan.

Menurut data Building and Construction Interchange (BCI) Asia terdapat 10 Developer properti terbesar di Indonesia, diantaranya: PT Agung Podomoro Group Tbk (APLN), PT Agung Sedayu Group, PT Alam Sutera Realty Tbk, Ciputra Group, PT Intiland Development Tbk, PT Lippo Karawaci Tbk, PT Pakuwon Jati Tbk, PT Paramout Serpong, PT Summarecon Agung Tbk dan Sinarmas Land. [MN]

The following two tabs change content below.

Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Latest posts by Redaksi (see all)

About Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Check Also

img20160929062754

Sanitasi Buruk, Gambaran Pesisir Indonesia

IDev, Jakarta - Sanitasi tidak terlepas dari pola hidup bersih dan sehat, dengan maksud mencegah manusia bersentuhan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>