BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Thursday , November 23 2017
Home / Design Development / Melestarikan Lingkungan
paham lingkungan

Melestarikan Lingkungan

Idev – Kerusakan ekositem perairan laut Indonesia kian hari semakin parah. Data terbaru yang diperoleh dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI mengungkapkan bahwa hanya 5,3% terumbu karang Indonesia yang tergolong sangat baik, sementara 30,45% berada dalam kondisi buruk. Indonesia juga telah kehilangan sebagian besar tumbuhan mangrove. Dari tahun 1982 hingga 2000, Indonesia telah kehilangan lebih dari setengah hutan mangrove, yakni dari 4,2 juta menyusut menjadi 2 juta hektar. Masalah ini juga terjadi pada salah satu tumbuhan yang terdapat di pesisir laut yaitu tumbuhan padang lamun.

Hal ini yang mendorong pemerintah melalui instansi terkait, gencar-gencarnya melakukan upaya konservasi atau upaya perbaikan ekosistem perairan laut. Banyak pula para peneliti yang melakukan upaya konservasi itu. Upaya konservasi itu dilakukan dengan berbagai metode dan cara seperti transplantasi karang, reboisasi hutan mangrove dan transplantasi lamun.

Kerusakan ekosistem perairan laut Indonesia pada umumnya diakibatkan karena pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak terkendali dengan cara illegal seperti penangkapan ikan di daerah terumbu karang dengan menggunakan bahan beracun dan bahan peledak, penebangan bakau untuk bahan baku kertas, arang dan bangunan serta konversi lahan pesisir yang dibuka untuk pertambakan, pertanian/perkebunan, industri dan pemukiman, pencemaran laut akibat tumpahan minyak dan pembuangan zat-zat yang berbahaya dari kapal-kapal, aktifitas wisata, reklamasi pantai dan penambangan pasir laut, penambangan karang untuk bahan bangunan atau kapur dan pengambilan karang hidup untuk tujuan komersial (perdagangan), belum lagi pembuangan sampah di laut.

Inilah yang seharusnya menjadi perhatian utama dari pemerintah, karena penyebab utama kerusakan perairan laut Indonesia adalah aktifitas masyarakat, baik itu masyarakat yang kehidupannya bersentuhan langsung dengan laut maupun yang tidak. Pemerintah seharusnya lebih menggiatkan sosialisasi tentang pentingnya menjaga ekosistem perairan laut. Selain itu, pemerintah juga harus lebih meningkatkan pengawasan di daerah perairan dan Pulau-Pulau yang ada di Indonesia. Adanya aktifitas masyarakat yang merusak ekosistem perairan laut bisa terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dan lemahnya pengawasan. Selain itu, mudahnya pembangunan pabrik atau industri di daerah pesisir yang tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari pembangunan pabrik atau industri tersebut. Banyak pabrik atau industri yang membuang limbahnya ke laut.

Solusi untuk pelestarian ekosistem perairan laut Indonesia, seharusnya bukanlah tentang bagaimana memperbaiki ekosistemnya, melainkan bagaimana membangun kesadaran masyarakat dan peningkatan pengawasan. Ibarat penyakit, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. [LI]

The following two tabs change content below.

Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Latest posts by Redaksi (see all)

About Redaksi

Indonesia Development – Planning, Establishing, Developing

Check Also

unnamed

Program Kerja Strategis ISLA-UH Dalam Pembangunan Kelautan Indonesia

IDev, Jakarta - Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UH) menggelar Rapat Kerja Nasional Periode Kepengurusan ...

One comment

  1. Gasoline, being a wise spender is the call up of the season Unplanned expenses crop up in life at any
    point of your energy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>